Friday, 1 January 2016

Wisata Pintu Neraka di dunia


Perpustakaan Indonesia - Jika Anda mengunjungi tempat-tempat berikut ini, Anda harus ekstra hati-hati. Tempat tersebut mempunyai histori yang mengerikan, bahkan tempat-tempat berikut diyakini masyarkat sekitar sebagi dengan Mulut Neraka atau Pintu Neraka.


Apa saja tempat-tempat mengerikan tersebut? Berikut uraiannya:



1. Gunung Berapi Masaya

Gunung Berapi Masaya

Gunung berapi Masaya dijadikan tempat pengorbanan manusia (image: toptenz.net)

Gunung berapi Masaya terletak di Nikaragua. Ketika orang-orang Spanyol menjajah Nikaragua di abad ke-14, mereka menjuluki tempat ini dengan Masaya Volcano Infierno de Masaya, yang diterjemahkan menjadi "The Mouth of Hell (Mulut Neraka)." 

Pada saat itu, mayoritas orang Eropa memiliki sedikit pengetahuan tentang gunung berapi dan tidak pernah menyaksikan letusan gunung berapi. Bahkan orang-orang berpendidikanpun melihat aktivitas vulkanik sebagai semacam fenomena supranatural. Selain itu, Gereja Katolik pernah memiliki pandangan bahwa semua gunung berapi adalah pintu masuk ke neraka. Oleh karena itulah, maklum saja mengapa orang-orang Spanyol pertama yang melihat gunung berapi Masaya memberikan sebutan yang mengerikan,



Sebelum orang-orang Spanyol datang, orang-orang asli Nikaragua memandang gungung berapi Masaya sebagai dewa. Mereka memujanya dan bahkan melakukan persembahan disini. Ketika musim kering melanda, Gunung berapi ini dijadikan tempat pengorbanan manusia. Anak-anak dilemparkan ke kawah gunung berapi dengan harapan bahwa hal tersebut akan mendapatkan bantuan dewa dengan mengirimkan mereka hujan.



2. "Cenotes" dari Semenanjung Yukatan
Semenanjung Yucatán, terletak di tenggara Meksiko, memisahkan Laut Karibia dari Teluk Meksiko, dengan pantai utara di terusan Yucatán. Semenanjung ini terletak di sebelah timur Tanah Genting Tehuantepec, sebuah partisi geografis barat laut yang memisahkan wilayah Amerika Tengah dari bagian lain Amerika Utara.


Semenanjung Yukatan

Cenote di Semenanjung Yucatan adalah sumber air yang penting dan dianggap sebagai rumah dewa hujan, Chac.
(image: toptenz.net)



Suku Maya kuno mempercayai ada tempat yang bernama Xibalba, atau "tempat takut, tempat dingin, tempat bahaya, jurang." Agar ketika mati akan bersama para dewa mereka harus menjalani perjalanan yang mengerikan dengan melewati "sungai darah" dan kamar penuh dengan kelelawar, dan pisau. Ditempat inilah (Semenanjung Yucatán) suku Maya melakukan ritual yang berhubungan dengan kematian. Suku Maya kuno menganggap Semenanjung Yukatan sebagai "portal ke bawah" untuk menuju kematian



Apa itu Cenote?
Istilah cenotes berasal dari kata bahasa Maya dz’onot, yang artinya ”gua berisi air”, dan istilah ini digunakan oleh para geolog untuk menggambarkan sumur batu-kapur alami, atau luweng. Semenanjung Yucatán tersusun dari karang batu-kapur berpori-pori, yang dahulu terlubangi oleh air hujan yang tersaring ke lapisan tanah bawah. Belakangan, saat rongga-rongga berkembang, bagian atas batu kapur ambruk, sehingga terlihatlah air di sumur-sumur dalam alami yang berwarna hijau dan biru, yang banyak di antaranya dikelilingi tumbuhan yang rindang. Di beberapa sumur, airnya hampir setinggi permukaan tanah, sedangkan di sumur-sumur lain airnya berada jauh di bawah permukaan tanah. Para speleolog (ilmuwan yang meneliti gua) dan penyelam telah membuat berbagai upaya untuk menjelajahi cenote-cenote ini tetapi dalam banyak kasus tidak sanggup mencapai dasarnya karena sangat dalam.



Kota-kota dan pusat-pusat upacara Maya berada di sekitar cenote-cenote ini, karena cenote adalah sumber air yang penting dan dianggap sebagai rumah dewa hujan, Chac. 



3. Osorezan
Osorezan diartikan sebagai "fear mountain," Osorezan, atau Gunung Osore, diyakini menjadi pintu gerbang ke neraka oleh beberapa orang Jepang. Terletak di bagian paling utara Aomori Prefecture, Osorezan menjadi daya tarik yang menakutkan. Meskipun reputasinya sebagai pintu masuk ke neraka, Osorezan dikunjungi oleh banyak wisatawan, baik lokal maupun asing. Banyak daerah sekitar tempat ini terlihat aneh, ini menjadi panoreama yang menakjubkan, seperti Candi Bodaiji dan jembatan merah yang diyakini dijaga oleh dua setan.


Osorezan

Osorezan diyakini menjadi pintu gerbang ke neraka oleh beberapa orang Jepang
(image: toptenz.net)



Osorezan ditemukan oleh seorang biksu Buddha seribu tahun yang lalu. Osorezan menjadi terkenal sebagai pintu gerbang ke Neraka Jepang karena karakteristik geografis yang sangat mirip dengan neraka dan sesusai dengan penjelasan dalam teks-teks Buddhis.



4. Darvaza
Pada tahun 1971, terjadi insiden di Gurun Karakum, Turkmenistan, yang mengakibatkan terciptanya gas kawah Darvaza, juga dikenal sebagai "Pintu ke Neraka." Pada saat itu, Soviet menjelajahi gurun untuk mencari gas alam. Insiden tersebut menyebabkan pengeboran tanah mereka runtuh, menyebabkan seluruh pengeboran jatuh ke dalam lubang besar.


Darvaza

Sampai hari ini gas kawah Darvaza masih menyala!
(image: toptenz.net)



Soviet khawatir kalau kecelakaan itu bisa menyebabkan gas beracun yang terjebak dalam gua akan dilepaskan ke udara. Untuk mengatasi masalah tersebut, Soviet kemudian "membakar" lugang api tersebut dan menunggu selama beberapa hari dengan harapan gas akan mereda. Sayangnya, perhitungan mereka salah, ternyata kawah memiliki reservoir gas alam yang tak terbatas. Soviet pikir itu hanya akan berlangsung selama beberapa hari, tetapi sampai hari ini gas kawah Darvaza masih menyala!



5. Hekla
Islandia memiliki banyak gunung berapi, tapi mungkin yang paling terkenal di antara semua adalah Hekla. Selama ratusan tahun, orang percaya bahwa Hekla adalah pintu gerbang ke neraka atau bahkan mungkin Hekla adalah neraka itu sendiri. Keyakinan ini membuat orang tidak ada yang berani menjelajahi Hekla. Barulah pada tahun 1750, ketika Bjarni Palsson dan Eggert Olafsson mendaki gunung yang ditakuti ini, dan membuktikan bahwa Hekla hanya sebuah gunung berapi biasa.


Hekla

Selama ratusan tahun, orang percaya bahwa Hekla adalah pintu gerbang ke neraka
(image: toptenz.net)



Jadi, mengapa orang-orang berpikir Hekla di Islandia adalah pintu masuk ke kerajaan Setan? Jawabannya sederhana. Pada saat itu, Gereja menginginkan masyarakat untuk percaya pada fisik neraka. Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menemukan tempat yang menyerupai dengan apa yang tertulis di dalam Alkitab. Dan kebetulan gunung berapi Hekla sesuai dengan deskripsi Alkitab. (sumber: toptenz.net)