Wednesday, 30 December 2015

Wisata Kalimantan Barat

Pada posting seblumnya kami mencoba membahas dan mengenalkan tentang tempat-tempat wisata yang terdapat di kalimantan selatan, nah kali ini kami akan mengenalkan ke para pengunjung tentang indahnya wisata di daerah kalimantan barat.


bukit-kelam5

Tempat Wisata Menarik di Kalimantan Barat

Tempat wisata menarik di Kalimantan Barat ? Apakah kamu pernah mengekplor Provinsi Kalimantan Barat sebagai lokasi atau destinasi liburan kamu ? Pasti jarang sekali orang yang pernah berkunjung kesana dan mungkin yangterkenal hanya kota Pontianak dan Kota seribu klenteng Singkawang. Tapi tahukah kamu bahwa Kalimantan Barat tidak kalah indah pbjek wisatanya. Ibaratnya kakak adik sama Bali hehe… Ini dia lokasi wisata yang sangat kudu wajib dan harus kamu kunjungi.

REVIEW

Kalimantan Barat dijuluki “Provinsi Seribu Sungai”. Itu dikarenakan mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman. Sungai-sungai itu pun menyilangi kota dimana salah satunya yaitu sungai terpanjang di Indonesia. Sungai Kapuas dengan panjang 1.143 km telah membagi kota menjadi dua dan menyediakan jalur transportasi penting dan bersejarah. Kalimantan Barat juga menjadi wilayah yang dilewati langsung oleh garis khatulistiwa.
Kalimantan Barat adalah tempat tepat untuk berwisata alam, agrowisata, juga wisata budaya. Di sini tersedia wisata alam berupa pemandangan alam pegunungan, pantai laut, danau musiman, hutan tropis dengan aneka ragam flora dan fauna, hingga air terjun yang indah di Pande Kembayung dan Riam Kanebak. Untuk wisata budaya, karena Kalimantan Barat memiliki latar belakang sejarah dan aneka ragam seni dan budaya yang unik dan menarik untuk disambangi.
Meskipun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut tetapi memiliki puluhan pulau besar dan kecil. Sebagian pulau kecil tersebut tidak berpenghuni dan tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna, berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Kalimantan Barat memiliki luas lebih dari 146.607 km² dan memiliki kekayaan berbagai mineral serta batu permata. Iklim dominan di wilayah ini adalah tropis dengan suhu udara minimum rata-rata 220,9°C dan maksimum 310,05°C. Musim hujan ringan terjadi bulan Maret-Mei sementara hujan pada November-Januari.
Kalimantan Barat dihuni penduduk asli Dayak dan kaum pendatang dari Sumatera, juga kaum urban dari China serta daerah lainnya di Indonesia. Suku yang Dominan Besar yaitu Dayak, Melayu, dan China. Selain itu, terdapat juga suku-suku bangsa lain, antara lain Bugis, Jawa, Madura, Minangkabau, Sunda, dan Batak.
Melihat sosial budaya Kalimantan Barat, Anda bagaikan melihat mozaik yang berdenyut dinamis. Bayangkan saja, terdapat 164 bahasa daerah, 152 di antara bahasa tersebut adalah bahasa sub suku Dayak dan 12 sisanya bahasa sub suku Melayu. Aneka ragam bahasa ini dituturkan oleh sedikitnya 20 suku atau etnis, tiga diantaranya suku asli dan 17 sisanya suku pendatang.

TRANSPORTASI

Bandara Internasional Supadio  berjarak 18 km dari Kota Pontianak dan dapat diakses dari Jakarta atau Singapura dengan transportasi udara.
Alternatif lain tersedia Kapal PELNI yang berlayar dari Jakarta dan Surabaya ke Pontianak.

LOKASI WISATA

1. SINKA ISLAND PARK

 
Sinka Island Park adalah salah satu obyek wisata yang berada di Jalan Malindo Teluk Karang, Kelurahan Sedau,Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat yang jaraknya hanya sekitar 8 km dari Kota Singkawang. Obyek wisata ini terletak di teluk Ma’jantuh atau teluk Karang. Lokasi ini dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Pontianak dan sekitar 30 menit dari Kota Singkawang. Sinka Island Park adalah perpaduan antara wisata alam dan wisata modern.
Sinka Island Park
Sinka Island Park merupakan sebuah kawasan wisata yang sengaja dibangun sebagai sarana hiburan bagi masyarakatKalimantan Barat, khususnya untuk warga Singkawang. Sinka Island Park didirikan oleh PT. Sinka Island Park yang pada waktu itu dipimpin oleh Bapak Antoni Suwandi, S.H. yang selesai dibangun pada bulan April 2007. Sinka Island Park juga telah mendapatkan izin LK (Lembaga Konservasi) pada tanggal 17 Desember 2007 (SK.441/Menhut-II/2007).
Tempat wisata ini memiliki keindahan pantai yang masih alami. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai dengan menaiki delman atau kuda yang dapat disewa di obyek wisata ini. Di kawasan wisata ini juga terdapat beberapa fasilitas pendukung lain, seperti kolam renang, dan beberapa kios minuman dan makanan yang menyediakan berbagai macam sajian kuliner yang lezat.

2. TAMAN BUKIT BOUGENVILLE

Mau menikmati taman bunga yang indah ? gak perlu jauh jauh ke Belanda deh. Di Indonesia juga ada tepatya di Singkawang.
Saat liburan ke Singkawang, Kalimantan Barat, jangan lupa pergi ke Taman Bukit Bogenville. Di sana, Anda bisa menikmati kecantikan bunga aneka warna dan udara yang sejuk. Cocok dijadikan tempat rekreasi. Taman Bougenville terletak di Desa Sijangkung, 6 km dari Kota Singkawang. Tepatnya di kaki bukit Gunung Pasi. Kawasan wisata ini terasa begitu asri karena dikelilingi oleh hutan dan perkebunan.
Terhitung ada sekitar 46 spesies bunga bougenville di taman ini.
Meski didominasi bougenville, pengunjung yang datang tetap bisa melihat aneka bunga lain yang ada seperti, aglonema, antorium dan berbagai jenis anggrek. Tidak hanya bunga, taman seluas 1,5 hektar ini juga memiliki koleksi tanaman buah, seperti belimbing madu, alpukat, rambutan dan durian.
Inilah salah satu tempat yang paling digemari para wisatawan saat berkunjung di Taman Bukit Bougenville, yakni hutan homogen. Kawasan ini disebut dengan Area Super Sejuk karena di kawasan ini dipenuhi dengan rerimbunan pohon gaharu. Jadi tidak salah apabila hutan homogen ini dijuluki Area Super Sejuk. Di lokasi ini selain bisa menikmati udara yang super sejuk, para wisatwan juga bisa memanfaatkan keindahan hutan homogen ini sebagai tempat untuk foto pre-weeding atau foto bersama sanak keluarga, sahabat tercinta.
Selain dapat menikmati tanaman hias, di Taman Bukit Bougenville ini juga terdapat kebun buah. Tanaman buah yang berada di lokasi ini merupakan jenis buah-buahan yang sering dijual para pedagang di Singkawang. Saat berkeliling ke kebun buah ini, para wisatawan dapat menemui koleksi tanaman buah, seperti durian, rambutan, belimbing dan alpukat.
Nah, setelah berkeliling Taman Bukit Bougenville ini, bagi para wisatawan yang memiliki hobi menanam bunga atau sekedar mengkoleksi bunga, bisa membeli langsung bibit bunga yang tersedia di rumah kaca taman ini. Harga bibit bunga tersebut bervariasi tergantung jenis bunga yang ingin dibeli. Wahh asyik ya, sambil jalan-jalan bisa menambah koleksi bunga di rumah sekaligus. Nah, untuk Anda yang hobi mengoleksi bunga, bisa membeli langsung bibit bunga yang ada di rumah kaca taman bunga. Taman Bukit Bougenville buka setiap hari, mulai pukul 09.00-21.00 WIB. Cukup dengan membayar Rp 10.000, Anda pun sudah bisa menikmati keindahan taman bunga dengan udara yang super sejuk.

3. PULAU RANDAYAN

Siapa sangka di Kalimantan Barat ada pulau yang seeksotis Pulau Randayan? Pantainya berpasir putih dan sepi bagaikan pulau pribadi. Para traveler harus mengunjungi pulau ini satu saat nanti.
Randayan adalah pulau yang terletak di sebelah utara daerah pesisir Provinsi Kalimantan Barat. Pulau ini memiliki alam yang sangat indah, serta pemandangan bawah laut yang sangat eksotis. Selain itu, pantai pasir putih yang dimiliki Pulau Randayan sangat indah dan menarik bagi wisatawan untuk datang.
Kita dapat bersnorkeling ria, sambil menikmati ekosistem bawah laut yang masih terjaga keasriannya. Sebagai salah satu obyek wisata andalan, Pulau Randayan selama ini telah banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal, domestik, maupun asing.
 
Untuk menuju pulau Randayan, Anda dapat melalui Teluk Suak. Perjalanan dari Pontianak menuju Teluk Suak dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam dengan jarak 115 km. Teluk ini berada di 32 km dari Kota Singkawang. Dari Teluk Suak, Anda dapat menggunakan speed boat dengan tarif pulang pergi (PP) Rp 150 ribu.
Alternatif lain, Anda dapat menggunakan perahu motor atau kapal khusus. Tetapi, Anda harus berangkat dari Pasir Panjang. Tarif kapal khusus adalah Rp 100 ribu pulang pergi. Sedangkan tarif perahu motor adalah Rp 30 ribu pulang pergi.
Jika dilihat dari kejauhan, Pulau Randayan memiliki pantai dan warna air yang sangat jernih sehingga cocok untuk olahraga menyelam. Selain itu, bagi para wisatawan yang merasa capek menikmati pemandangan pulau ini dapat langsung beristirahat di villa-villa kecil yang disediakan oleh pihak pengelola pulau.
Berdasarkan catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki luas tutupan karang hidup sekitar 4,50 hektar, karang mati 3,69 hektar, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas 4,77 hektar. Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun yang memiliki hobi menyelam untuk mengeksplorasi keindahan alam bawah airnya.
Fasilitas yang tersedia di sini selain snorkeling dan menyelam, kita juga bisa memancing. Ikan hasil tangkapan bisa langsung dinikmati dengan dibakar di sana. Makan ikan bakar sambil menikmati pemandangan di tepi laut yang indah, pasti akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Fasilitas wisata lainnya adalah vespa air. Fasilitas ini telah disediakan oleh pihak pengelola villa. Tarif penginapan di sini bervariasi. Ada penginapan atau cottage dengan tarif 600rb rupiah per malam.
Awal mulanya, Pulau Randayan adalah pulau pribadi, yang sekarang telah disulap menjadi sebuah wisata bahari yang mempesona. Di sana Anda juga ditawarkan banyak panorama alam antara lain sunset, sunrise, panorama laut, dan jika Anda beruntung akan berkesempatan melihat penyu yang naik ke daratan untuk bertelur. Jadi, jangan ragu lagi untuk berlibur di Pulau Randayan, pulau kecil dengan sejuta keindahan.

4. TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG

 
Taman Nasional Gunung Palung merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keaneka-ragaman hayati bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut.
Taman nasional ini merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa liar.

5. ISTANA KESULTANAN KADARIAH PONTIANAK

Setelah berwisata dengan alam  dan taman sesekali jangan lupa untuk mengenal sejarah ya. Berkunjung ke Istana Kadariyah pada sebelah petang. Istana ini merupakan peninggalan kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman pada 14 Rejab 1185 H bersamaan 23 Oktober 1771M dan terletak 4 km dari pusat kota dan terletak di Kampong Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Istana ini masih menyimpan berbagai macam benda peninggalan seperti Singahsana, Kaca Pecah Seribu, Al-Quran tulisan tangan dan salasilah keturunan Sultan Pontianak dari sultan pertama, Sultan Sharif Abddurahman Alkadrie hingga kepada sultan kelapan, Sultan Syarif Hamid Alkadrie yang memerintah pada tahun 1945.
Pada bagian depan, tengah,  dan kiri depan istana pengunjug dapat melihat meriam kuno buatan Perancis dan Portugis. Dari sini, pegunjung juga dapat melihat anjungan, sebuah ruangan yang menjorok ke depan yang dulunya digunakan Sultan sebagai tempat peristirahatan atau untuk sekedar menikmati keindahan pemandangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.
Masih di ruangan ini, pengunjung juga dapat melihat  genta,  sebuah alat yang dulunya dipakai untuk penanda adanya marabahaya. Pada aula utama keraton ini juga terdapat cermin antik dari Perancis yang oleh masyarakat setempat disebut “kaca seribu”.Keraton Kadriah juga masih memiliki koleksi benda- benda bersejarah yang cukup lengkap seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun temurun, benda-benda kuno, barang pecah belah, foto keluarga Sultan dan arca- arca.
Kata Pontianak sendiri berasal dari nama hantu wanita dalam bahasa Melayu, yang di Jawa dikenal dengan Kuntilanak. Konon ketika tengah menyusuri sungai kapuas untuk membuka kerajaan baru, di suatu tempat yang kini bernama Batulayang, rombongan kapal kakap Syarif Abdurrahman Alkadrie diganggu hantu-hantu wanita tersebut. Sultan pun menghentikan rombongan dan memutuskan untuk bermalam di tempat itu.
Terlepas dari bagaimanapun kondisi fisik peninggalan bersejarah tersebut saat ini, berdiri kembalinya kesultanan Kadriah menyemburatkan harapan baru hati umat Islam Pontianak. Gerbong peradaban yang didirikan Syarif Abdurrahman itu akan kembali berderak, menyongsong terbitnya fajar baru kejayaan Islam, yang berbasis visi awal kesultanan Kadriah, yakni “tahta untuk dakwah.”